Ada telfon masuk, tapi nggak ada yang menyahut
Share

Ada telfon masuk, tapi nggak ada yang menyahut

Apakah kamu pernah menjawab telfon dari nomor yang nggak dikenal tapi setelah dijawab hanya hening saja? Kadang malah tidak ada yang merespon dari jawaban kita. Ada juga kalanya ada jeda beberapa detik sebelum akhirnya si penelfon menyahut. Mungkin kamu mikir ini si penelfon bingung, ngerasa salah sambung, atau sedang distracted aja. Bisa jadi benar, tapi nggak demikian dalam hal upaya scamming atau penipuan.

Ya, benar. Ini sebenarnya salah satu taktik dalam upaya scamming. Cukup mengetahui bahwa seseorang menjawab suatu panggilan telfon merupakan validasi bahwa nomor telfon tersebut dimiliki oleh seseorang dan aktif digunakan. Mereka akan menandakan bahwa nomor telfon dan orang tersebut dapat dijadikan sasaran untuk scam di masa mendatang. Jadi, operasional fraud dalam skala besar mengotomasi proses validasi ini, untuk selanjutnya baru meneruskan ke manusia atau operator untuk menindaklanjutinya.

Apa sih sebenarnya yang dapat dilakukan scammer dari nomor telfon kamu?

Dalam ekosistem fraud modern, data kontak yang telah diverifikasi punya nilai. Ini dibeli, dijual, dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Ini bisa berlanjut ke penipuan melalui telfon, dan malah dalam kasus tertentu bisa menjadi sasaran serangan yang lebih serius. Ketika udah divalidasi, ini memperkuat posisi pelaku kejahatan dalam melakukan upaya kejahatan lanjutan. Karena dari nomor telfon mereka berpotensi dapat atau telah memiliki juga alamat email, untuk melakukan reset password atau melakukan upaya fraud SIM Swap.

Bagaimana dengan telfon yang ada orang menyahut tapi setelah ada jeda beberapa detik?

Ini biasanya proses otomasi para spammer dan scammer yang menghubungi nomor-nomor telfon dimiliki. Sistem mereka menghubungi beberapa nomor dalam satu waktu dan menggunakan algoritma untuk mendeteksi jika ada manusia yang menjawab telfonnya. Jika ada suara manusia terdeteksi, sistem akan secara langsung meneruskan hubungan telfon tersebut ke operator. Jeda itu diakibatkan oleh proses transfer dari otomasi ke operator itu.

Tapi sebenarnya nggak selalu penipu juga ya. Saya beberapa kali mengalami telfon begini, ternyata dilanjutkan oleh operator yang menawarkan produk lembaga jasa keuangan. Tapi nggak tau ya apa itu kedok aja yang sebenarnya dibaliknya adalah penipu dengan tujuan untuk mengumpulkan data kita ... bisa juga. Saya sih biasanya nggak ladeni, tolak dengan halus dan matikan. Ada kalanya saya dengarkan dulu. Kalau memang tertarik, tetap aja tolak dulu dengan halus dan matikan. Kemudian menghubungi lembaga jasa keuangannya melalui telfon atau website untuk mendaftar atau mengetahui lebih lanjut mengenai produk yang tadinya ditawarkan. Ini untuk pencegahan aja, khawatirnya yang menghubungi kita itu mengaku aja sebagai perwakilan lembaga jasa keuangan padahal penipu yang mau mengumpulkan data kita.

Jadi, bagaimana sebaiknya kita menangani telfon yang seperti ini?

  1. Matikan. Jika nomornya tidak dikenal dan tidak ada yang menyahut ketika kamu ngejawab, matikan. Jika ini sebenarnya telfon yang valid mungkin dari kantor, rekan bisnis atau perusahaan yang benar, mereka akan menghubungi kembali. Jika penting, mereka akan mengirimkan pesan melalui Whatsapp, SMS, dll.
  2. Angkat telfonnya, jangan menjawab dan tetap tunggu diam. Strategi lainnya ketika menerima telfon dari nomor tidak dikenal atau mencurigakan adalah angkat telfonnya tapi jangan bilang "halo" atau apapun juga. Jika hening aja nggak ada yang ngomong, tunggu aja apakah telfonnya akhirnya diputuskan. Jika spammer atau scammer tidak mendeteksi adanya suara manusia, mereka kemungkinan akan menganggap nomor kamu tidak aktif dan menghapusnya dari daftar nomor mereka.
  3. Gunakan spam call filtering. Perangkat handphone biasanya memiliki fitur untuk mengidentifikasi dan ngeblock spam calls. Ada yang udah built-in dari sananya udah ada fiturnya tinggal di "on"-kan, ada juga yang kita harus download aplikasinya dulu dari App Store atau Play Store.

Mudah-mudahan kita semua senantiasa dijauhkan dari upaya penipuan dari pelaku kejahatan.

Makan, travel, cybersecurity, pikiran, barang unik dan antik, dll. Segalanya ada di dalam kardus, tinggal dikeluarkan (diutarakan) satu per satu ...