Tempat ini konon beritanya udah ada sejak tahun 1965. Variasi menunya nggak banyak, jadi memang sesuai specialty-nya. Selain kupat tahu, ada lontong kari ayam/sapi, ada tahu sumedang, ada combro bohai, dan dimsum. Minumannya lumaya variatif ada teh, jeruk, es campur, es kelapa, milo, juga kopi.
Kalo kesini aku biasanya pesan lontong kari sapi. Lontong di dalam kuah kari, dikasi potongan daging sapi kecil-kecil, ada setengah telor rebus, dan ditaburi bawang goreng. Porsinya nggak besar, tapi okelah buat ngeganjel perut sesuai prinsip makan secukupnya dengan "berhenti sebelum kenyang". Potongan daging sapinya kecil-kecil dan nggak begitu banyak, tapi cukuplah untuk mendampingi lontong di sendok waktu akan disuap masuk mulut. Taste-nya agak manis.
Kalau berdasarkan keterangan di menunya: Terdiri dari potongan lontong, yang disiram kuah kari, dan dikasih pelengkap seperti telur rebus, daging ayam atau daging sapi, yang ditaburi bawang goreng.

Buat menu lainnya, ntar deh kalau udah kembali dan nyobain, nanti akan update artikel ini atau buat artikel baru terpisah.
Di dekat kasir ada QR statis untuk pembayaran menggunakan QRIS. Tapi ada kalanya QR-nya ditutupin dan kata kasirnya hanya terima uang tunai. Jadi kalo kesini, untuk amannya lebih baik sedia uang tunai buat jaga-jaga in case lagi nggak terima pembayaran pake QRIS.
Parkiran sulit kalo pengennya parkir langsung di sebelah tempatnya. Biasanya sih parkir di Jl Sultan Tirtayasa, terus jalan sedikit kesini. Masih okelah, nggak begitu jauh kok jalan kakinya. Hitung-hitung buat bikin perut makin lapar sebelum makan, dan menetralisir kalori setelah makan ... hehehe.