Udah pada pernah dengar makanan yang namanya Luti Gendang belum? Istilah Luti Gendang terus terang pertama kali aku dengar belum lama ini waktu mampir di Batam. Meskipun ternyata udah pernah mencicipi sebelumnya di Jakarta (nggak ngeh kalo itu namanya Luti Gendang), dari sisi rasa, jauh deh ... memang kalo mau ngerasain yang enak itu harus ke tempat asalnya.
Kalau mengacu ke Wikipedia: Luti Gendang adalah makanan khas Anambas, Kepulauan Riau. Luti gendang sendiri terbuat dari tepung terigu, telur, gula putih, mentega, dan ragi roti. Biasanya, luti gendang berisi serunding ikan. Uniknya, hingga saat ini proses pembuatan luti gendang masih dilakukan secara tradisional. Makanan ini biasa disajikan pagi hari saat sarapan ditemani dengan kopi maupun teh panas. Luti gendang juga banyak di jumpai terjual di kedai-kedai kopi yang ada di provinsi Kepulauan Riau, seperti Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.

Karena suka banget dengan Luti Gendang saat cicipan pertama, di setiap tempat makan yang menyediakan Luti Gendang di menunya, selalu aja ini jadi pesanan wajib untuk ngemil sambil nungguin main course pesanan keluar. Tapiii, meskipun Luti Gendang ini tersedia di banyak tempat makan di Batam, tapi ternyata rasanya nggak sama. Ada yang cenderung agak pedas, ada yang manis, ada yang berminyak di tangan saat dipegang (dan ada yang enggak), lalu ada juga yang luarnya agak krispi dengan dalamnya yang tetap lembut, tapi ada juga yang lembek. Tidak seluruh Luti Gendang are created equal. Di tempat makan yang sama tapi beda cabang pun rasanya agak sedikit berbeda.
Dari beberapa tempat yang udah dicicip, paling suka ama Luti Gendang yang di Rumah Makan Mie Tarempa 'K yang di Ruko Royal Sincom. Rasanya agak sedikit pedas, agak sedikit krispy saat digigit, dalamnya lembut, dan hebatnya lagi hampir nggak ada sisa minyak di tangan waktu memegang Luti Gendangnya.
Ternyataaa, mereka jual Luti Gendang yang setengah matang juga jadi bisa dibawa pulang dan digoreng sendiri. Berita baik luar biasa ini bagi saya pecinta Luti Gendang punyanya dia. Jadilah di hari kepulangan menyempatkan dulu mampir kesini buat beli yang setengah matang buat dibawa pulang. Nggak berani bawa banyak-banyak karena khawatirnya kecewa sampe di rumah ternyata hasil gorengannya nggak seenak makan di tempat.
Yak! Ternyata rasa kecewa itu benar adanya. Tapiiiii, kecewa nggak bawa lebih banyak! Hasil gorengan di rumah enaknya hampir identik dengan makan di tempat. Ini apa kompor di rumah yang bagus, pasangan yang jago ngegorengnya, atau memang RM Tarempa 'K nya membuatnya sedemikian rupa sehingga siapa pun yang goreng hasilnya pasti enak ya? Berhubung pasangan lagi agak memperhatikan konsumsi makanan berminyak, dicoba jugalah memanaskan beberapa biji tanpa minyak pake air fryer. Hasilnya meskipun ada krispinya, tapi nggak se-krispi kalo digoreng pake minyak. Tapi no worries, rasanya tetap aja enak.

Buat yang ada punya rencana ke Batam dan belum pernah ngerasain Luti Gendang, jangan lupa cicip yaaa. Kalau ketemu tempat yang Luti Gendangnya enak dan recommended, berkabar yaaa ... silahkan leave comment. Terima kasih.